Beberapa Faktor Utama yang Mempengaruhi Nilai Tukar

Mulai perdagangan hasil pertanian, peternakan sampai ke kerajinan, nilai uang telah begitu banyak hilang sejak dimulainya uang sebagai komoditas.

Sampai hari ini kemajuannya sangat pesat dan sekarang terjadi di setiap negara memiliki standarisari sendiri. Ditambah adanya pencampuran dengan ekonomi global, dan pasar Valuta Asing (Forex) lahir. Berapapun banyaknya nilai mata uang adalah relative terhadap nilai mata uang yang lain. Tetapi bagaimana tepatnya nilai tukar mata uang ini ditentukan?

Itu semua hanya terjadi pada beberapa dekade yang lalu, dimana mata uang di seluruh dunia berdasarkan nilai emas. Ini berarti bahwa berapapun nilai uang yang dibagi telah digunakan oleh orang-orang dalam kehidupan sehari-hari mereka mewakili jumlah emas yang dimiliki oleh pemerintahan tersebut.

Hari ini, hal-hal terlihat sedikit berbeda. Dari infografik dan video animasi kami yang terakhir, kami melihat beberapa faktor utama yang mempengaruhi nilai tukar.

Beberapa Faktor Utama yang Mempengaruhi Nilai Tukar 001

Sejak Jamaika Accord tahun 1976, yang disahkan oleh system Bretton Woods, sistem standarisasi emas telah permanen ditinggalkan, dan dunia saat ini mengadopsi kurs Valuta Asing yang floating.

Tapi meskipun beberapa mungkin menyarankan nilai tukar, tertinggal pada perangkat mereka sendiri - saat ini, sebagian besar pemerintah menggunakan salah satu metode berikut:

Pengelolaan Nilai Tukar Floating

Nilai tukar yang diperbolehkan mengambang dalam pasar Valuta Asing (Forex), dengan adanya penawaran dan permintaan dalam menentukan nilai suatu mata uang. Bagaimanapun, itu sudah “dikelola” oleh bank sentral akan menetapkan berbagai mata uang mana saja yang diperbolehkan mengambang secara bebas, dan campur tangan bila diperlukan untuk memanipulasi nilai dengan membeli dan menjual suatu mata uang.

Keuntungan ini adalah bahwa pemerintah dapat meninimalkan resiko terjadinya fluktuasi ekstrim mata uang, yang sangat mungkin terjadi dalam system floating bebas.

Nilai tukar yang tetap

Suatu negara dengan nilai tukar yang tetap terhadap mata uang negara lain. Untuk menjaga stabilitas mata uang, suatu negara yang menerapkan nilai mata uang tetap, harus memiliki cadangan besar mata uang asing yang dimilikinya, untuk memitigasi adanya potensi pergeseran penawaran dan permintaan.

Negara yang ekonominya tidak stabil biasanya menggunakan system nilai tukar tetap. Kelemahan pada system ini adalah bahwa nilai tukar mata uang di pasar tidak selalu mencerminkan nilai yang tetap – kemungkinan adanya dorongan dari Black Market.

Dolarisasi

Dolarisasi, atau mata uang pengganti, adalah ketika warga negara baik secara resmi atau tidak resmi menggunakan mata uang negara lain sebagai alat pembayaran yang sah. Pemanfaatan ini karena mata uang tersebut lebih stabil daripada mata uang domestik.

Contoh dari negara-negara yang menerapkan dolarisasi adalah El Salvador, Ekuador dan Panama, yang secara resmi menggunakan dollar. Contoh lain termasuk Namibia, Swaziland, dan Zimbabwe yang semuanya menggunakan rand Afrika Selatan bersama dollar Namibia, Swazi Lilangeni dan Euro/dolar AS/ pula Botswana secara berurutan.

Jadi anda tahu sitem yang dipakai – tetapi apalah artinya semua ini untuk anda?

Anda mungkin telah keluar negeri dan harus menukarkan uang anda ke mata uang localnya. Atau anda mungkin telah membeli barang secara online dari sebuah toko yang berada diluar negeri. Atau anda mungkin trading di pasar Forex. Kemungkinannya adalah sudah berurusan dengan nilai tukar sebelumnya. Faktanya, jika anda melakukan hal apapun seperti diatas, anda merupakan salah satu factor kecil yang mempengaruhi suatu nilai mata uang.

BUKA AKUN