Covered Interest Arbitrage (CIA)

Covered interest arbitrage (CIA) adalah aksi atau strategi mengambil untung dimana orang dengan base currency tertentu, memebli instrument financial bersatuan mata uang asing, dan secara simultan menjual future value dari instrument itu di pasar forward terhadap base currencynya. Strategi ini dapat dilakukan apabila terdapatt disparitas antara interest rate differential dengan exchange rate differential (persentase swap rate). Sejauh ada perbedaan antara dua differential ini, siapapun bisa memetik laba melalui operasi CIA. Pada dasarnya, CIA menyangkut jawaban atas dua pertanyaan yaitu mata uang apa yang harus dipinjam dan mata uang apa yang harus diinvestasikan?

Pertanyaan pertama tidak serta merta dijawab dengan meminjam dana pada bunga yang lebih rendah. Sebaliknya, jawaban atas pertanyaan kedua tidak selalu menyuruh kita untuk menginvestasikan dana pada bunga yang lebih tinggi. Apabila mata uang yang dipinjam tidak sama dengan mata uang yang diinvestasikan, kurs spot dan kurs forwardnya menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan. Dalam konteks ini CIA menyatakan dalilnya. Sebelum CIA didalilkan, perlu kiranya kita mengetahui konsep premi/ diskon yang sudah :

  1. Dalam transaksi forward, mata uang yang berbunga lebih tinggi akan dijual pada diskon ( atau lebih murah dari harga spot) terhadap mata uang lawannya yang berbunga lebih rendah.

  2. Dalam transaksi forward, mata uang yang berbunga lebih rendah akan dijual pada premi (atau lebih mahal dari harga spot) terhadap mata uang lawanya yang berbunga lebih tinggi.

Berdasarkan konsep premi/diskon ini, dapatlah diformulasikan dua dalil bagi operasi CIA, yaitu: pertama, Dalil 1: apabila persentase forward discount pada mata uang tertentu lebih kecil daripada interest rate differential yang berada mata uang itu, berarti ada laba dari operasi CIA, yaitu: meminjam mata uang yang berbunga lebih rendah, dan menginvestasikannya dalam mata uang berbunga lebih tinggi, kemudian menjualnya secara forward hasil investasinya terhadap mata uang yang berbunga Iebih rendah itu. Kedua, Dalil 2: apabila persentase forward discount pada mata uang tertentu Iebih besar daripada interest rate differential yang berada mata uang itu, berarti ada laba dari operasi CIA: yaitu meminjam mata uang yang berbunga lebih tinggi, kemudian menginvestasikannya dalam mata uang berbunga Iebih rendah, kemudian menjual secara forward hasil investasinya terhadap mata uang yang berbunga lebih tinggi itu.

Menyimak secara seksama dua dalil CIA tersebut, tampak bahwa dalam operasi CIA terdapat dua kegiatan “jaga-jaga”. Hedging dan covering. Hedging dapat dilihat dari transaksi yang saling berlawanan, yaitu meminjam mata uang berbunga lebih rendah dan kemudian menjual mata uang itu terhadap mata uang berbunga Iebih tinggi (dalil 1), atau meminjam mata uang berbunga Iebih tinggi dan kemudian menjual mata uang itu terhadap mata uang berbunga Iebih rendah (dalil 2). Sementara itu, covering tampak dari usaha mengunci kurs forward untuk mendapatkan dana yang kelak dibayarkan pada saat pinjaman jatuh tempo.